❄️ Kisah Santri Yang Taat Pada Guru
Siapayang lebih Buruk. Oleh: Dongeng Madani. April 21, 2021. “Wahai Guru, manakah yang lebih baik, seorang beragama yang ibadahnya banyak, tetapi kelakuannya buruk,”. “Ataukah seorang yang tidak beribadah, tapi kelakuannya baik pada sesama?”. Tanya seorang santri kepada Gurunya. “Keduanya baik”, ujar Sang guru sambil
GayaHidup Santri (1): Kemandirian dan Kesederhanaan. Rabu, 06 Oktober 2021. Ilustrasi: Alif NF. Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Rabi’ul Awal atau yang disebut juga dengan istilah bulan Maulud. Momentum sakral kelahiran Rasulullah Saw. Tepatnya tahun ke 1443 atas bangkitnya semangat umat Islam untuk berhijrah.
BincangMuslimahCom – Belum usai kasus NWR di Mojokerto, baru-baru ini kasus kekerasan perempuan dan anak kembali muncul. Ramai di jagat maya seorang guru di sebuah pesantren melakukan kekerasan seksual dengan perkosa 12 santri yang diasuhnya. Miris, semua korban merupakan anak-anak di bawah umur dengan rentang usia 13-16 tahun. Pelaku
Dikisahkandalam Alquran, ketika Nabi Ibrahim as. tengah bermimpi untuk menyembelih anaknya sendiri, Nabi Ibrahim as. berkata:“Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!”- (QS As-Shaffat: 37) Nabi Ismail as. kemudian menjawab dengan jawaban yang tidak disangka sang
Suatusore tepatnya pada kajian al-Hikam, seorang guru mempersilakan santrinya untuk bertanya. Seorang santri dengan sigap mengacungkan tangannya dan mohon ijin bicara. Sang guru pun mempersilakan. Bukannya mengajukan pertanyaan, ternyata santri ini malah memanfaatkan momen langka tersebut untuk mempromosikan dagangannya. Otomatis sang
Dipesantren itu pula ada seorang santri anggap saja namanya “Fulan”, si Fulan ini merupakan seorang santri yang menetab 13 tahun bersama habib abdullah bin umar as syatiri dan sangat cerdas, kuat hafalannya, tangkas dan rajin hingga dikatakan bahwa ia menjadi santri yang sudah mencapai derajat Mufti saking pintarnya. ia juga hafal semua mas’alah fiqhiyah yang terdapat
Padahari-hari berikutnya, banyak santri yang menjajal kekuatan khodam itu. Namun, setiap berkelahi, khodam selalu menang. Perjalanan Nabi Yunus menjadi salah satu kisah yang tercantum di dalam Alquran. Kisah itu penuh hikmah dan harus menjadi teladan bagi umat muslim. Ia juga merupakan seorang guru spiritual yang ulung. Konon ia
didapatkaninformasi bahwa ketaatan santri kepada kiai merupakan aktualisasi makna QS. al-Kahfi: 66 tentang kisah Nabi Khidir dan Musa, yang menggambarkan pola ketaatan murid terhadap guru. Selain itu, konsep tradisi demokrasi santri bisa disebut dengan demokrasi taadub yang didasarkan atas adab santri terhadap gurunya.
Diaberteriak-teriak kepada manusia bahwa dia telah kehilangan bungkusan yang terbuat dari kain sutra. Dia menjanjikan bahwa barangsiapa yang menemukannya maka akan diberi hadiah 50 dinar. Al Qadhi pun bertanya kepada orang tersebut tentang isi bungkusan tersebut. Dia pun menjawab bahwa didalamnya terdapat sebuah kalung permata yang mahal.
CaseManager di Siloam Hospital Purwakarta (2020–saat ini) Penulis punya 739 jawaban dan 248 rb tayangan jawaban 2 thn. Hari ini terdapat 206 orang santri dari Pesantren Gontor yang kembali ke Sumatera Selatan. Sebanyak 66 orang datang melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, sedangkan 140 santri lain, datang menggunakan jalur
Saya bersedia wahai guru." Jawab salah seorang santri. Kemudian santri itu pun menggendongnya, dan ketika sampai di depan pintu rumah syaikhona, beliau langsung menyambutnya dengan penuh hormat dan takdzim pada tamu sepuh itu. Ketika syaikhona dan tamunya selesai berbincang-bincang, syaikhona berkata pada para santri;
terdahulubaik yang taat dalam juga yang ingkar dan tidak mentaati perintah Allah SWT. Sehingga dengan demikian kita dapat mengetahui dan menjadikan pembelajaran dari kisah-kisah yang ada di dalam Alquran. 5. Asy Syifa (Sebagai Penyembuh) Fungsi Alquran selanjutnya adalah sebagai penyembuh atau obat
UvRKlyY. Dalam belajar atau menuntut ilmu di pondok pesantren, ada adab-adab yang harus dilaksanakan oleh santri, antara lain adab santri terhadap kiai guru, agar santri dapat berhasil dan mendapatkan ilmu yang banyak dan barokah, santri harus melaksanakan adab yang sudah ditentukan. Disini saya akan sedikit berbagi ilmu dari pengalaman yang diberikan bapak kiai kepada saya, ada 10 adab murid kepada guru, yaitu 1. Murid harus mempunyai iktikad, maksudnya murid tidak akan berhasil kecuali melalui guru, jika murid akan pindah pada guru lain, hal itu menjadi sebab terhijabnya atau terhalangnya nur hudayah guru, kecuali dapat izin dari guru. 2. Harus pasrah apa yang diridhoi guru, serta patuh kepada guru dan bersungguh-sungguh ridho dan ikhlas hati karena Allah, tidak bisa berhasil kecuali taat dan patuh pada guru. 3. Apa bila ada pertentangan atau beda pendapat keinginannya murid dengan guru, baik semua masalah atau sebagian, maka murid harus meninggalkan keinginannya itu, karena menentang guru sama saja menghilangkan barokah dan menjadi suul khotimah akhir yang tidak baik, kecuali guru memberi kebebasan pada murid. 4. Harus menjauhi apa yang tidak disukai guru dan ikut benci apa yang tidak disukai guru. 5. Jangan sekali-kali menerjemahkan mimpi atau lambang-lambang, lebih baik ditanyakan guru terlebih dahulu, tetapi jangan sekali-kali bertanya tentang jawabannya dan lebih baik menunggu jawabannya lain hari, dan apabila tidak ada jawaban lebih baik diam saja, jika guru tidak memberi jawaban itu adalah hikmahnya dan apabila murid disuruh guru untuk menerangkan sesuatu, maka murid harus cepat-cepat menjawab secukupnya saja, jangan bertele-tele atau banyak bicara. 6. Berbicara pelan didepan majelis atau dalam rumah guru, dan jangan sekali-sekali banyak bicara atau tanya jawab kepada guru, karena dapat terhijabnya atau tertutupnya nur hidayah dan itu tidak termasuk adab yang baik. 7. Apabila hendak kerumah guru jangan sampai tiba-tiba, lebih baik bertanya atau memberi tahu terlebih dahulu kepada guru, dan jangan kerumah guru apabila guru masih beristirahat, dan apabila kerumah guru bilang seperlunya saja, dan apabila guru menyuruh pulang nanti saja, murid harus mengikuti perintah guru. 8. Jangan sekali-sekali menyembunyikan sesuatu hal kepada guru, dan apabila kita dibilangi didawuhi jangan sekali-sekali ditambah atau dikurangi sedikitpun karena itu ada barokahnya. 9. Murid tidak boleh merubah perkataan gurunya kepada orang lain, dan tidak boleh disampaikan kepada orang lain, apabila tidak ada izin dari guru. 10. Tidak boleh berprasangka jelek kepada guru dan tidak boleh membicarakan kesalahannya guru, murid tidak boleh kecewa sama guru, jika keinginannya tidak dipenuhi, karena kalau guru itu mencegah, itu pasti ada hikmahnya, dan jika disuruh guru, maka cepat-cepat segera melakukannya meskipun itu berat. Dan jika murid ada kebutuhan dengan guru, jangan sekali-sekali menitipkan surat pada orang lain, lebih baik datang kerumah guru langsung dan bilang baik-baik kalau guru disuruh kerumah murid, dan jangan sekali-sekali memaksa, lebih baik minta kelonggaran. Jika guru tidak bisa datang jasmaninya, yang penting dapat doa restunya guru, dan jangan sekali-sekali bilang kalau pak kiai itu guru saya tetapi sekarang tidak guru saya karena sudah tidak mengajar saya. Murid harus menyukai guru dan keluarganya, karena putra putrinya guru itu seperti keluarga sendiri, karena guru itu bapak rohaninya seorang murid, dan bapak kandungnya adalah bapak jasmaninya murid. Dan apabila seorang santri atau murid dapat memahami dan mengamalkan adab atau tatakrama yang ada diatas ini dan ilmu-ilmu yang ada didalamnya, maka bisa tambah makrifatnya, mahabah dan barokah, serta mendapatkan khusnul khotimah akhir yang baik.
kisah santri yang taat pada guru